Wednesday, July 28, 2010

HATE/LOVE

What makes you love someone?

Why you love someone?

What the hell did you do when you`re in love with someone?

Jangan coba jawab pertanyaan itu deh...

Karena aku maupun dia juga ngga bisa ngejawabnya.
Haha, bener.

I really dont know why I love him. Bukannya aku ngga tau, tapi aku ngga bisa mendeskripsikannya secara gamblang. Mungkin karena awalnya aku benci dia bukan maen.

hate to love...it does happen!



Suatu hari di bulan Juli 2002, lokasi bukit Jimbaran Bali, aku lagi digojlok dalam masa orientasi mahasiswa baru. Kakak kelas mendominasi adik kelas dan semuanya rata-rata pasang tampang galak. Semuanya pasang tampang sangar. Nah, saat itu ada pertemuan dengan himpunan mahasiswa jurusan. Aku liat dia untuk pertama kalinya. Dari pertama liat, aku sudah suka. Tapi sayangnya rasa suka itu ngga berlangsung lama, yang ada jadi SEBAL luar biasa.

Kebetulan orangtuaku keduanya arsitek, dan ternyata masuk dunia yang sama dengan ortu itu bukan hal yang mudah. Dari diledek tugasnya dibuatin ortu, ortu dikira dosen dan semuanya jadi manggut-manggut aja kalo aku ngomong. DAN sialnya lagi, si kakak kelas bernama Denny ini adalah orang yang paling jahil diantara biangnya jahil.

Banyak kali kejahilannya yang ngga masuk akal.
  • Mau maen ke rumah minjem buku (kalo mau minjem buku ke perpus aja napa? langsung aku tolak karna rumah jauh).
  • Bilang ada perlu masalah HMJ, ngasi nomer telpon, tapi pas dihubungi ngga bisa (katanya nomer hapenya ada tiga, ngga ngerti apa maksudnya, apa cewe-nya 3 juga?)
  • Gunting rambutku pas kegiatan ultah fakultas (apa coba maksudnya)
  • Ngeledek setiap ketemu "EEEEH yang bapaknya arsitek itu ya?" (Boleh kok yang diinget itu diriku aja, emangnya kamu temennya papaku ya?)
  • dan sebagainya dan sebagainya
Yah pokoknya aku sebel banget. Pas aku liat dia pake strap handphone yang sama, tuh strap langsung aku buang jauh2, saking sebalnya.

Setelah itu dia menghilang dari kehidupanku (damai).


Setelah beberapa tahun berlalu, tepatnya tengah tahun 2005, karena ada tawaran beasiswa ke Jepang, aku kembali dekat berkomunikasi dengan mahluk jahil itu. Tak disangka tak dinyana dia adalah penerima beasiswa tahun sebelumnya. Pantesan dia ngilang.
Mau ngga mau harus deket sama dia. Tapi ternyata dia ngga se-gendeng yang kubayangkan selama ini. Dia dengerin curhatku tentang sekolah dan tentang impian-impianku yang tersendat. Dan ternyata dialah yang membuka jalanku untuk mencapai impian-impianku.

Akhirnya aku berangkat ke Jepang (salah satu impianku tercapai...)

Sepulangnya aku dari Jepang, eh dia sudah deket sama keluarga aku, dan mamapapaku sangat suka dia. Hebatnya lagi, hubungan mereka sudah seperti orangtua dan anak. Mereka berdiskusi masalah pekerjaan dan masa depan, dan topik paling hot saat itu : AKU!

Setelah beberapa minggu pdkt, akhirnya jadian. Aku belum yakin sama perasaanku saat itu. Tapi aku yakin dia adalah orang yang paling berharga dan aku ngga mau kehilangan dia. Lama-lama jadi sayang and cinta deh.

Hehehe...

Tapi sampe sekarang aku ngga tau kenapa aku bisa cinta sama dia...:P

Kesimpulan:
Jangan benci seseorang sampe segitunya, yang ada malah jatuh cinta!

No comments:

Post a Comment